3 November 2010 - 20:30

Komunitas wartawan Mesir pendukung ajaran-ajaran Wahabi, meminta Nilsat kembali mengizinkan saluran TV Wahabi anti Syiah untuk kembali bersiar, dengan dalih kedua TV tersebut banyak menyiarkan acara positif bagi umat Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, atas pembekuan dua saluran TV Wahabi yang banyak menyiarkan materi-materi kebencian terhadap Syiah, sejumlah wartawan protes dan menuntut kembali agar kedua stasiun TV tersebut kembali beroperasi.

Sejumlah wartawan ini dalam jumpa persnya menyatakan bahwa pemberhentian kedua chanel TV tersebut sangat merugikan umat Islam karena chanel tersebut banyak menyiarkan acara-acara yang bermanfaat bagi umat Islam, termasuk materi pengajaran keislaman. Mereka juga menyeru bahwa tindakan Nilsat tidak adil.

Salah seorang Wahabi, Safwat Hijjazi, dalam jumpa pers tersebut menyatakan, "Siaran dialog Sunni itu memperkenalkan agama kepada banyak orang dan mengajarkan hukum-hukum agama sehingga umat Islam tidak lagi jahil terhadap tata cara peribadatan mereka."

Hijjazi turut mempersoalkan tindakan NilSat yang tetap membenarkan 36 siaran Syiah terus beroperasi sementara stasiun-stasiun Sunni dihentikan pengoperasiannya. Dua minggu lalu, disinyalir menyiarkan materi-materi yang memicu perselisihan, NilSat menghentikan 12 siaran radikal Wahabi seperti al-Safa, al-Nas dan al-Hafiz.